Karyanyata, Surabaya – Puskesmas Balongsari Kota Surabaya menggelar kegiatan skrining tuberkulosis (TBC) yang terintegrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Kegiatan ini menargetkan sebanyak 100 warga sebagai upaya memperkuat deteksi dini kasus TBC di tingkat masyarakat.
Kepala Puskesmas Balongsari, dr. Dewi Ayuning Asih, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas sektor yang melibatkan tenaga kesehatan, kader kesehatan, serta berbagai mitra terkait.
“Kami mengadakan kegiatan skrining TBC yang terintegrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis,” ujar dr. Dewi saat diwawancarai di lokasi kegiatan.
Skrining ini khusus menyasar kelompok masyarakat yang memiliki faktor risiko atau berpotensi berkaitan dengan penularan TBC. Sasaran utama meliputi kontak erat pasien TBC, kontak serumah pasien TBC, masyarakat dengan kondisi malnutrisi, penderita diabetes melitus (DM) yang sudah menjalani pengobatan rutin minimal satu tahun, serta orang yang masuk kategori terduga TBC.
Menurut dr. Dewi, deteksi dini menjadi langkah sangat penting untuk menemukan kasus TBC lebih awal, sehingga masyarakat yang membutuhkan penanganan dapat segera mendapatkan pemeriksaan dan tindak lanjut medis.
Ia mengakui bahwa sebagian masyarakat masih merasa takut untuk memeriksakan diri. Oleh karena itu, ia mengimbau warga agar tidak ragu memanfaatkan layanan kesehatan yang telah disediakan.
“Kalau TBC terdeteksi, kita lakukan tindakan lebih lanjut dan diobati. TBC sangat bisa sembuh tuntas apabila pengobatannya berjalan teratur dan tuntas,” jelasnya.
dr. Dewi juga menegaskan bahwa pemeriksaan TBC serta obatnya tersedia secara gratis sesuai layanan dan ketentuan yang berlaku. Ia berharap masyarakat memanfaatkan fasilitas tersebut dan tidak menunda pemeriksaan apabila memiliki faktor risiko atau mengalami gejala yang mengarah pada TBC.
Kegiatan yang dilaksanakan di wilayah Kelurahan Balongsari ini melibatkan kader kesehatan, Satgas TBC, Stop TB Partnership Indonesia (STPI), serta Dinas Kesehatan Kota Surabaya.
Melalui kolaborasi tersebut, Puskesmas Balongsari berharap upaya penemuan kasus TBC dapat berjalan semakin optimal. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama untuk mendukung terwujudnya Indonesia bebas TBC. (and/irm)










