Kisruh Proyek U‑Ditch Tambak Asri: Warga Paksa Hentikan Pekerjaan, Pertanyakan Koordinasi PU dan PDAM Sembada

Karyanyata, Surabaya – Persoalan proyek saluran U‑Ditch di kawasan Tambak Asri, Surabaya, kembali memanas. Warga setempat terpaksa menghentikan paksa pelaksanaan pekerjaan karena dinilai berjalan amburadul serta mengabaikan aspirasi masyarakat.

Sebelumnya, persoalan ini sudah diangkat dalam rapat bersama warga, Ketua RT dan RW. Namun menurut warga, hasil pertemuan tersebut hanya menjadi laporan formalitas ke Dinas, tanpa perbaikan nyata di lapangan. Pekerjaan tetap berjalan dengan cara yang sama, sementara genangan air di lokasi tidak dikuras terlebih dahulu.

Dari pantauan lokasi pada Kamis (26/10/2026), pekerjaan U‑Ditch terlihat tetap dilaksanakan di atas genangan air dan lumpur, tanpa pengeringan terlebih dahulu. Warga menilai pihak pelaksana dan konsultan pengawas seolah‑olah menutup mata serta telinga meskipun sudah ditegur warga dan diminta RT/RW agar pekerjaan sesuai spesifikasi.

“Kami sudah rapat bersama warga, RT dan RW, hasilnya pun sudah dilaporkan ke Dinas. Tapi kenyataannya, proyek tetap berjalan asal‑asalan, air tidak dikuras. Kami ini dianggap apa? RT dan RW pun seolah diabaikan,” ujar salah satu tokoh warga Tambak Asri dengan nada kecewa.

Kekecewaan itu pun memunculkan pertanyaan besar di kalangan warga. Mereka mempertanyakan koordinasi antara Dinas Pekerjaan Umum (DSDABM) Kota Surabaya dengan PDAM Sembada, mengingat banyak pipa PDAM yang melintas di lokasi dan seharusnya dikoordinasikan serta disterilkan sebelum pemasangan U‑Ditch. Warga menduga ada pembiaran, meskipun belum menyatakan secara pasti adanya penyimpangan.

“Ada apa sebenarnya? Kok PU dan PDAM Sembada seolah diam? Proyek terkesan tumpang‑tindih, air tidak dikuras, RT/RW diabaikan. Kami tidak menuduh, tapi mohon ada penjelasan: mengapa rapat warga hanya jadi kertas laporan?” cetus warga lainnya.

Warga Tambak Asri pun sepakat menghentikan sementara seluruh aktivitas proyek sampai ada kejelasan. Mereka menyampaikan tiga tuntutan: pertama, menghadirkan Kepala Dinas PU/DSDABM serta perwakilan PDAM Sembada ke lokasi untuk bertemu langsung dengan warga, RT dan RW; kedua, mengubah metode kerja dengan mewajibkan pengeringan air sebelum pemasangan U‑Ditch serta penerapan K3 bagi pekerja; ketiga, melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pelaksana dan konsultan pengawas.

“Kami warga Tambak Asri bukan anti‑pembangunan, kami sangat mendukung. Tapi kalau pembangunan begini, terkesan menghamburkan uang APBD dan tanpa kualitas, lebih baik dihentikan dulu. Jangan korbankan kampung kami,” pungkas Ketua RW setempat.

Warga berharap Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mendengar aspirasi mereka. Mereka khawatir proyek U‑Ditch yang seharusnya menjadi solusi banjir, justru berubah menjadi sumber masalah baru karena dinilai dikerjakan asal‑asalan.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak Dinas PU Kota Surabaya dan PDAM Sembada belum memberikan keterangan resmi terkait kisruh proyek di Tambak Asri. (mls) 

Bagikan
karya nyata