Kepala Puskesmas Balongsari, dr. Dewi Ayuning Asih
Karyanyata, Surabaya – Upaya memperluas akses layanan kesehatan masyarakat terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor di Kota Surabaya. Dua program unggulan hadir untuk mendukung deteksi dini, mulai dari skrining tuberkulosis (TBC) yang terintegrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG), hingga pemeriksaan ultrasonografi (USG) gratis bagi ibu hamil berisiko tinggi.
Kepala Puskesmas Balongsari, dr. Dewi Ayuning Asih, menjelaskan bahwa kegiatan skrining TBC di wilayah Kelurahan Balongsari menargetkan sekitar 100 warga. Program ini melibatkan kader kesehatan, Satgas TBC, Yabisa, Stop TB Partnership Indonesia (STPI), serta Dinas Kesehatan Kota Surabaya.
Skrining tersebut menyasar lima kelompok prioritas, yaitu kontak erat pasien TBC, kontak serumah pasien TBC, masyarakat dengan kondisi malnutrisi, penderita diabetes melitus (DM) yang sudah menjalani pengobatan rutin minimal satu tahun sesuai kriteria kegiatan, serta orang yang masuk kategori terduga TBC.
Menurut dr. Dewi, deteksi dini menjadi langkah sangat penting untuk menemukan kasus TBC lebih awal, sehingga masyarakat yang membutuhkan penanganan dapat segera mendapatkan layanan medis.
“Harapan saya, masyarakat jangan takut. Kalau TBC terdeteksi, kita lakukan tindakan lebih lanjut dan diobati. Bisa sembuh tuntas kalau pengobatannya teratur dan tuntas,” ujarnya.
Ia juga mengimbau warga untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan yang tersedia, karena pemeriksaan dan obat TBC diberikan secara gratis sesuai ketentuan layanan yang berlaku.
USG Gratis untuk Ibu Hamil Berisiko Tinggi di Kecamatan Tandes
Selain skrining TBC, layanan kesehatan untuk ibu hamil berisiko tinggi juga dihadirkan melalui kerja sama Rotary Club Surabaya Jembatan Merah dengan Waroeng Hospital.
Perwakilan Rotary Club Surabaya Jembatan Merah, Richmon Kusen, menyatakan bahwa program ini merupakan bagian dari mobile maternity clinic – layanan kesehatan ibu hamil bergerak yang didukung sejumlah Rotary Club bersama Rotary International, dengan Waroeng Hospital sebagai operator layanan.
“Di sini kita bekerja sama dengan Waroeng Hospital untuk menyediakan USG gratis kepada ibu hamil yang berisiko tinggi,” kata Richmon.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Kecamatan Tandes tersebut tidak hanya menyediakan pemeriksaan USG, tetapi juga pemberian vitamin serta pemeriksaan dasar seperti pengukuran tekanan darah. Seluruh layanan diberikan secara gratis.
“Dari Rotary itu menyediakan USG, kemudian memberikan vitamin. Juga prosedur seperti biasanya, seperti tensi dan lain‑lain. Semuanya gratis,” ujarnya.
Richmon menambahkan bahwa kegiatan di Kecamatan Tandes telah melayani 13 pasien. Bersama Waroeng Hospital, Rotary biasanya mengadakan kegiatan serupa dua kali dalam sebulan. Ia berharap program ini dapat berjalan konsisten sepanjang tahun agar kondisi ibu hamil, khususnya yang berisiko tinggi, dapat dipantau secara berkala.
Pemeriksaan USG tersebut diharapkan mampu mendeteksi kemungkinan masalah kesehatan sejak dini sehingga dapat segera ditindaklanjuti oleh tenaga medis. Sebab, risiko kehamilan yang tidak terdeteksi dapat membahayakan ibu maupun bayi.
“Harapannya, ibu‑ibu hamil di Surabaya ini bisa kita pantau, sehingga terbebas dari hal‑hal yang tidak diinginkan,” tuturnya.
Melalui berbagai kolaborasi tersebut, upaya peningkatan kesehatan masyarakat di Surabaya semakin mengedepankan prinsip pencegahan dan deteksi dini. Skrining TBC menjadi langkah untuk menemukan kasus yang membutuhkan penanganan, sementara pemeriksaan USG mendukung pemantauan kondisi ibu hamil berisiko tinggi guna mengurangi kemungkinan komplikasi. (and/irm)










