Penulis : Marjuni
Pernyataan “Seluruh kesenangan dunia ini sangat menyenangkan dari kejauhan sebelum dicoba. Tampak dari kejauhan seperti menarik dan mempesona, tetapi ketika mencapai ternyata semua hanya ilusi”. Orang Jawa bilang “Oalah jebule mung ngene, kabeh mung sawang sinawang”
Terpesona oleh kemewahan hidup, popularitas, atau keuntungan material yang terlihat memikat dari jauh. Seperti melihat sumber air yang tampak menyejukkan di tengah padang pasir, namun ketika mendekatinya ternyata hanya fatamorgana.
Kasus yang sering muncul adalah para profesional yang selama bertahun-tahun mengejar promosi dan penghasilan tinggi, namun setelah mencapainya merasa tidak puas dan bahkan tertekan. Begitu juga dengan sebagian anak muda yang terpikat oleh gaya hidup glamor yang ditampilkan di media sosial, namun ketika mencoba menirunya justru menghadapi berbagai masalah.
Para tokoh masyarakat dan pemimpin agama menyampaikan, pentingnya memiliki pemahaman yang benar tentang tujuan hidup. Mereka mengajak masyarakat untuk tidak hanya fokus pada kesenangan duniawi yang bersifat sementara, melainkan juga memperhatikan perkembangan diri, hubungan dengan orang lain, dan kontribusi bagi lingkungan sekitar.
Banyak yang telah mengalaminya dan juga berbagi cerita pengalaman serta mengingatkan agar tidak terjebak dalam ilusi kesenangan duniawi, dengan menyadari ilusi kesenangan duniawi, seseorang dapat hidup dengan lebih bijak dan menemukan kepuasan yang sebenarnya.
Ada pepatah “jika kamu senang melihat keindahan gunung jangan membuat rumah di gunung dan jika kamu senang melihat keindahan laut jangan pernah buat rumah di pinggir laut, maka keindahannya akan hilang”.
“Tidak akan tercapai kesuksesan jika masih ada keinginan”, pepatah ini juga menyampaikan, meskipun sudah mencapai tujuan sesuai keinginan, jika masih ada keinginan maka akan menjalani proses yang baru, jadi tidak ada yang benar benar sukses selama masih punya keinginan.












