Karyanyata, Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Surabaya kembali menunjukkan komitmennya dalam mengentaskan kemiskinan dan meringankan beban warga. Kali ini, bantuan bantuan berupa gerobak atau rombong beserta petalatan usaha dan modal uang tunai diserahkan kepada keluarga Aryanti di Jalan Kedung Anyar V/29, Selasa (3/11/2026).
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kota Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro, menjelaskan bahwa intervensi ini berawal dari laporan pihak kecamatan terkait kondisi warga yang masuk dalam kategori prasejahtera.
“Awalnya kami mendapat laporan dari kecamatan bahwa ada warga yang perlu bantuan. Setelah dicek, desilnya berada di bawah lima. Rencananya awal kami ingin memberikan penempatan kerja formal. Namun, karena beliau harus menjaga anak di rumah dan tidak bisa meninggalkan kewajiban domestik tersebut, kami putuskan untuk memberikan intervensi mandiri berupa rombong,” ujar Agus Hebi di lokasi.
Hebi menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan terbagi menjadi dua jenis sesuai kebutuhan produktif keluarga tersebut.
Selain satu unit rombong usaha untuk berjualan kopi, mie goreng, dan teh yang dikelola oleh sang adik di depan rumah, pihak keluarga juga menerima bantuan modal usaha senilai Rp1.500.000 untuk pengembangan usaha kosmetik keliling (door to door) yang dijalankan oleh Aryanti (51), penerima manfaat.
Menanggapi pertanyaan terkait pengawasan, Hebi menegaskan bahwa pihaknya menerapkan sistem kontrol berkala agar bantuan tepat sasaran dan benar-benar dimanfaatkan secara produktif.
“Pasti ada evaluasinya. Kami melakukan pengawasan bersama pihak RT, RW, kelurahan, hingga kecamatan untuk mengecek secara berkala. Nanti akan ada daftar periksa (checklist) untuk memastikan apakah rombong ini masih aktif digunakan atau tidak. Jika ternyata tidak berguna atau bahkan dipindahtangankan, tentu akan kami rekomendasikan kepada Baznas untuk ditarik kembali,” tegasnya.
Lebih lanjut, Agus Hebi memaparkan bahwa ke depan Pemkot Surabaya akan terus memperluas model intervensi kemiskinan yang adaptif, baik melalui pemberdayaan wirausaha mandiri maupun penyaluran tenaga kerja bagi warga yang masih memiliki fleksibilitas waktu untuk bekerja di sektor formal.
Sebagai langkah konkret jangka pendek, Disperinaker Kota Surabaya bersiap menggelar job fair skala besar pada pertengahan bulan ini (17–19 November 2026) di Gedung Convention Hall Surabaya yang melibatkan sekitar 50 perusahaan.
“Tanggal 17, 18, 19 nanti kita ada job fair besar dengan 50 perusahaan di convention hall. Warga dari desil bawah atau warga miskin yang butuh pekerjaan akan kami utamakan di sana. Namun, sebelum ikut job fair, mereka akan kami berikan pelatihan singkat terlebih dahulu, mulai dari cara membuat CV hingga simulasi wawancara kerja agar mereka memiliki daya saing,” tandas Hebi.
Aryanti, penerima manfaat tak dapat menyembunyikan rasa syukur dan bahagianya atas bantuan yang diterima keluarganya. Ia merasa sangat terbantu untuk memutar roda perekonomian keluarga melalui usaha kosmetik keliling dan warung kecil di depan rumahnya.
“Senang sekali, alhamdulillah dapat bantuan dari Pemkot Surabaya. Terima kasih, sudah dibantu untuk modal usaha,” ucap Aryanti penuh syukur. (irm)












