Karhutla Gunung Wilis Berangsur Padam, 500 Personel Gabungan Sukses Jinakkan Api di Lereng Nganjuk

Karyanyata, Nganjuk – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda kawasan lereng Gunung Wilis di wilayah Kabupaten Nganjuk kini dilaporkan telah terkendali secara signifikan. Setelah berjuang selama beberapa hari terakhir, tim gabungan yang terdiri dari sekitar 500 personel berhasil memadamkan hampir seluruh titik api, menyisakan pemantauan ketat di beberapa area krusial pada akhir pekan ini.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk, api pertama kali terdeteksi merembet dari kawasan hutan sisi Kabupaten Ponorogo dan masuk ke wilayah Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, Nganjuk. Luas total area hutan dan lahan yang terdampak kebakaran di wilayah Nganjuk diperkirakan mencapai sekitar 10 hektare.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Nganjuk, Purwo Hadi Setyo Wicaksono, menyampaikan bahwa intensitas api sudah jauh berkurang. “Alhamdulillah berkurang signifikan. Sempat tersisa dua titik di area puncak, namun tim di lapangan terus melakukan penyisiran dan pendinginan untuk memastikan api benar-benar padam,” tegasnya.

Strategi Penyekatan dan Medan Terjal
​Penanganan Karhutla di Gunung Wilis ini menuntut kerja ekstra keras dari seluruh elemen. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk mengoordinasikan jajaran BPBD, TNI, Polri, Perhutani KPH Kediri, dan ratusan relawan tanggap bencana.

Untuk memaksimalkan operasi, tim gabungan dibagi ke dalam empat titik plotting strategis, yakni wilayah Ngangkrok, Nunut, Candi Laras, dan Lungur Cilik. Karena topografi lereng Gunung Wilis yang sangat terjal dan sulit dijangkau kendaraan berat, petugas harus memanggul peralatan pemadaman manual serta logistik dengan berjalan kaki menuju titik-titik api.

Selain pemadaman langsung, petugas memprioritaskan pembuatan sekat bakar. Langkah mitigasi ini terbukti efektif menahan laju jilatan api agar tidak meluas dan menjangkau area pemukiman warga di Desa Ngliman.

Sebelumnya, Bupati Nganjuk juga telah menetapkan status kesiapsiagaan tinggi dan sempat berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terkait opsi water bombing jika titik api semakin tidak terkendali.

​Imbauan Kepada Masyarakat
​Meski situasi sudah terkendali dan kawasan pemukiman dipastikan aman, petugas gabungan masih disiagakan di posko-posko darurat guna memantau kemungkinan munculnya titik asap baru.

Pihak berwenang meyakini insiden kebakaran di musim kemarau ini berpotensi dipicu oleh kelalaian oknum tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu, Pemkab dan BPBD Nganjuk mengimbau seluruh masyarakat, khususnya para pesanggem (petani hutan) dan pendaki, untuk tidak membuat perapian atau membuang puntung rokok sembarangan di area hutan yang mengering.

Warga yang melihat kepulan asap mencurigakan di kawasan lereng Wilis diminta untuk proaktif melapor ke posko terdekat atau menghubungi layanan darurat bebas pulsa 110 agar tindakan pencegahan bisa segera dilakukan. (Mad)

Bagikan
karya nyata