Karyanyata, Mojokerto – Menjelang peringatan yang begitu bermakna Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Pemerintah Kabupaten Mojokerto bersama Pemerintah Kota Mojokerto, serta seluruh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, menyelenggarakan kegiatan Apel Kehormatan dan Renungan Suci pada malam Sabtu, 15 Agustus 2026, bertempat di Taman Makam Pahlawan Gajah Mada, Jalan Pahlawan, Kota Mojokerto. Upacara penuh khidmat ini berlangsung hingga dini hari keesokan harinya, menjadi momen yang begitu menyentuh hati bagi setiap orang yang hadir.
Dandim 0815/Mojokerto, Letnan Kolonel Infanteri Abi Swanjoyo, dipercaya bertindak sebagai Inspektur Upacara sekaligus memimpin sepenuhnya jalannya rangkaian kegiatan dari awal hingga selesai. Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas seremonial belaka, melainkan sebuah perjalanan batin yang mendalam sebuah momen untuk berhenti sejenak dari segala kesibukan sehari-hari, menundukkan kepala, merenungkan kembali perjuangan luar biasa yang telah dilalui para pendahulu kita, serta mengenang dengan penuh rasa syukur dan penghormatan tertinggi setiap jasa mereka yang telah gugur membela tanah air demi tercapainya kemerdekaan yang kini kita nikmati bersama.
Ketika malam semakin larut, suasana di lingkungan Taman Makam Pahlawan terasa begitu hening dan syahdu. Hanya terdengar hembusan angin lembut yang melintas di antara pepohonan dan deretan makam. Sesaat kemudian, seluruh penerangan di sekitar lokasi dipadamkan dan dalam kegelapan yang tenang itu, hanya nyala obor yang dipegang petugas yang menjadi satu-satunya penerang, memancarkan cahaya yang lembut namun penuh makna. Di tengah keheningan tersebut, Letnan Kolonel Abi Swanjoyo perlahan membacakan Naskah Apel Kehormatan dan Renungan Suci. Setiap kata yang terucap terdengar begitu jelas dan bergema, seakan menyapa setiap nama yang terukir di batu nisan di sekitar kita. Semua peserta berdiri tegap dengan kepala sedikit menunduk, hati dipenuhi rasa haru, penghormatan, dan rasa syukur yang mendalam menyadari betapa besarnya pengorbanan yang telah mereka berikan, mencurahkan seluruh jiwa dan raga, hingga rela melepaskan nyawa sekalipun, demi satu tujuan: agar bangsa ini bebas, merdeka, dan berdiri setara di mata dunia.
Di akhir pembacaan, doa bersama pun terpanjat dengan tulus dari hati setiap orang yang hadir memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa, semoga jiwa-jiwa para pahlawan, para kusuma bangsa yang telah mendahului kita, diterima dengan baik di sisi-Nya, diberi tempat yang paling terhormat dan layak, serta semoga amal bakti dan jasa-jasa mereka senantiasa dicatat sebagai amal kebaikan yang abadi.
Melalui kegiatan penuh makna ini, tersampaikan pula pesan yang begitu dalam bahwa kemerdekaan yang kini kita nikmati dengan segala kebebasannya, bukanlah sesuatu yang datang dengan mudah atau diberikan secara cuma-cuma. Ia lahir dari perjuangan yang sangat panjang, penuh kesulitan, pengorbanan, dan air mata. Oleh karena itu, semangat serta nilai-nilai luhur yang ditunjukkan para pahlawan keberanian, ketulusan, kesetiaan, dan cinta tanah air yang tak terukur wajib terus kita wariskan, kita hidupkan, dan kita laksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Cara terbaik membalas jasa mereka bukanlah sekadar kata-kata terima kasih, melainkan dengan pengabdian tulus kepada bangsa, senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman, serta mengisi kemerdekaan ini dengan karya-karya yang bermanfaat dan membanggakan bagi nusa dan bangsa.
“Semangat perjuangan yang telah ditunjukkan para pahlawan harus senantiasa menjadi teladan dan cermin bagi kita semua. Kemerdekaan yang telah mereka perjuangkan dengan harga pengorbanan jiwa dan raga yang begitu mahal, wajib kita pelihara dengan sepenuh hati, kita jaga keutuhannya, dan kita isi dengan pengabdian yang sebaik-baiknya,” demikianlah pesan utama yang tertuang dalam Renungan Suci tersebut, yang diharapkan dapat meresap ke dalam hati setiap warga bangsa.
Sebanyak kurang lebih 350 peserta turut hadir dalam kegiatan ini, yang terdiri dari berbagai unsur dan lapisan masyarakat mulai dari prajurit TNI, anggota Polri, pejabat serta staf di lingkungan Pemerintah Kabupaten dan Kota, anggota Pramuka, para veteran yang telah berjuang, warga dari unsur Linmas, hingga perwakilan berbagai organisasi dan elemen masyarakat lainnya.
Hadir pula secara langsung Bupati Mojokerto, Bapak Muhammad Al Barra, Wakil Bupati Mojokerto, Bapak Muhammad Rizal Octavian, perwakilan Danrem 082/Candra Praja Yudha yakni Kasrem 082/CPYJ Letnan Kolonel Artileri Imam Musahirul, Wakil Wali Kota Mojokerto, Bapak Rahman Sidharta Arisandi, Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Mojokerto, Bapak Hadi Prayitno, Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Herdiawan Arifianto, Dandempom V/2 Mojokerto, Letnan Kolonel CPM Daniel Yogianto, disertai seluruh jajaran pimpinan daerah serta pejabat terkait lainnya.
Kehadiran para pemimpin daerah bersama seluruh lapisan masyarakat dalam satu tempat, pada malam yang penuh kesakralan ini, menjadi simbol persatuan yang erat satu hati, satu niat, satu penghormatan. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian penting dalam menyambut peringatan ke-81 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026. Semoga melalui momen berharga ini, semangat dan tekad para pahlawan yang telah berpulang dapat kembali membara di dalam dada kita menguatkan tekad untuk senantiasa bersatu, saling menyayangi, melanjutkan pengabdian bagi bangsa dan negara, serta melangkah bersama menuju masa depan yang lebih cerah dan sejahtera.
(Ary)










