Karyanyata, Nganjuk – Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Wakil Bupati Trihandy Cahyo Saputro, melakukan koordinasi langsung dengan pihak Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Surabaya untuk mendorong percepatan penanganan sejumlah perlintasan kereta api yang menjadi titik rawan kecelakaan, di Kantor BTP Kelas I Surabaya, Rabu, (11/2/2026).
Pertemuan yang fokus pada upaya meningkatkan keamanan lalu lintas di perlintasan kereta api, Wabup Mas Handy (panggilan akrab Wakil Bupati Nganjuk) menekankan urgensi penanganan pada Jalan Perlintasan Lintas (JPL) 103, yang selama ini menjadi perhatian utama karena kondisi yang cukup mengkhawatirkan.
Mas Handy menyampaikan, permukaan jalan di sekitar perlintasan tersebut sering mengalami kerusakan berupa lubang, ditambah dengan posisi rel yang tidak tegak lurus terhadap arah aliran kendaraan.
“Kita tidak bisa menunda-nunda penanganan di JPL 103. Banyak masyarakat yang menggunakan jalur ini setiap hari, baik untuk aktivitas pekerjaan maupun urusan sehari-hari. Risiko kecelakaan yang tinggi di lokasi ini membuat penanganannya sangat mendesak,” tutur Mas Handy.
Selain fokus pada JPL 103, Mas Hendy juga mengarahkan perhatian ke dua titik perlintasan lainnya di wilayah Kecamatan Baron, yaitu JPL 90 dan JPL 89. Kedua perlintasan ini berfungsi sebagai akses vital bagi masyarakat setempat dan sekitarnya, dengan volume lalu lintas kendaraan yang cukup padat setiap harinya. Arus kendaraan yang tinggi membuat kedua lokasi ini juga memerlukan perhatian khusus untuk memastikan keselamatan pengguna jalan.
“Kita telah mempersiapkan anggaran untuk perbaikan di JPL 89 tahun ini. Namun, untuk dapat menjalankan pekerjaan tersebut dengan optimal dan memastikan kesesuaian dengan standar perkeretaapian, kita sangat mengharapkan dukungan penuh dari BTP Kelas I Surabaya, terutama terkait penyesuaian sisi rel dan koordinasi teknis lainnya,” kata Mas Handy.
Merespon usulan dan harapan dari Pemkab Nganjuk, Kepala BTP Kelas I Surabaya Denny Michels Adlan menyampaikan bahwa pihaknya siap memberikan dukungan maksimal untuk peningkatan keselamatan di perlintasan kereta api di wilayah Nganjuk.
Denny Michels Adlan mengatakan kolaborasi antara pemerintah daerah dan pihak perkeretaapian sangat penting dalam menangani permasalahan perlintasan sebidang, mengingat kedua pihak memiliki peran dan tanggung jawab masing-masing dalam menjamin keamanan dan kelancaran lalu lintas.
“Kami akan melakukan evaluasi teknis terhadap setiap titik perlintasan yang menjadi perhatian Pemkab Nganjuk. Setelah itu, kita akan menyusun rencana kerja yang jelas dan menjadwalkan pelaksanaannya secepat mungkin. Tujuan kita sama, yaitu meningkatkan keselamatan dan kenyamanan bagi seluruh pengguna jalan dan pengguna moda transportasi kereta api,” ucap Denny Michels Adlan.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga sepakat untuk membentuk tim kerja sama yang akan mengoordinasikan pelaksanaan berbagai pekerjaan perbaikan perlintasan kereta api di Nganjuk. Tim ini akan terdiri dari perwakilan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Pemkab Nganjuk serta teknisi dari BTP Kelas I Surabaya, yang akan secara berkala melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap progres pekerjaan.(wahyu)












