Karyanyata, Jawa Timur – Di lereng Gunung Penanggungan yang sakral, tersembunyi sebuah permata sejarah yang memukau: Candi Kendalisodo. Candi ini bukan hanya sekadar tumpukan batu, tetapi juga saksi bisu dari kisah cinta abadi antara Raden Panji Asmarabangun dan Dewi Chandra Kirana, yang terukir indah dalam relief-reliefnya.
Dibangun pada abad ke-15 pada masa kejayaan Kerajaan Majapahit, Candi Kendalisodo menawarkan pesona arsitektur yang unik dengan struktur bertingkat yang mengikuti kontur alam. Namun, daya tarik utama candi ini terletak pada relief-relief yang menghiasi dindingnya. Relief-relief ini menceritakan kisah Panji, sebuah roman lokal yang legendaris tentang cinta, kesetiaan, dan pengorbanan.
Kisah Panji, yang sangat populer di Jawa Timur, bukan hanya sekadar hiburan. Kisah ini juga mengandung makna simbolis yang mendalam tentang kekuatan cinta sejati, pentingnya pengorbanan, dan kemenangan kebaikan atas kejahatan.
Relief-relief di Candi Kendalisodo menjadi medium pendidikan moral bagi masyarakat pada masa lalu, mengingatkan mereka akan nilai-nilai luhur yang harus dijunjung tinggi.
Selain nilai sejarah dan budayanya, Candi Kendalisodo juga menawarkan keindahan alam yang mempesona. Terletak di lereng Gunung Penanggungan, candi ini dikelilingi oleh pemandangan yang hijau dan udara yang segar. Pengunjung dapat menikmati keindahan alam sambil mempelajari sejarah dan budaya Jawa Timur.
Candi Kendalisodo adalah destinasi wisata yang wajib dikunjungi bagi para pecinta sejarah, budaya, dan alam. Mari kita lestarikan warisan budaya ini agar dapat dinikmati oleh generasi mendatang.(Ry)












