Bagas Iman Waluyo Anggota DPRD Kota Surabaya Kunjungi KBS

Karyanyata, Surabaya – Kebun Binatang Surabaya (KBS), aset wisata dan lingkungan ikonik Kota Pahlawan, kembali menjadi sorotan menyusul peninjauan lapangan menyeluruh untuk mengevaluasi kondisi fasilitas, kesejahteraan satwa, serta rencana pengembangan ke depan. Kegiatan ini juga menjadi momen klarifikasi terhadap berbagai isu yang sempat beredar luas di masyarakat. (1/8/2026).

Bagas Iman Waluyo, Dalam peninjauan yang dilakukan dengan turun langsung ke lokasi menyatakan bahwa seluruh satwa yang diamati – mulai dari jerapah, rusa, primata, elang, hingga satwa predator seperti harimau dan singa – terpantau dalam kondisi sehat. Hal ini juga diperkuat setelah berkoordinasi dengan direktur, pengurus, hingga kepala bagian satwa predator yang mengonfirmasi hewan-hewan tersebut dalam keadaan gemuk, aktif, dan tidak mengalami stres. Satwa predator yang ada saat ini pun rata-rata berusia sekitar 3 tahun atau masih tergolong usia remaja yang lincah.

” Terkait berbagai kabar yang sempat beredar seperti unta kurus, jerapah yang mati, temuan sampah dalam jumlah besar, hingga harimau yang terlihat kurus, Bagas juga menegaskan hal itu merupakan disinformasi. Foto dan narasi yang menjadi rujukan adalah rekaman kondisi dari tahun-tahun sebelumnya, jauh sebelum pengelolaan yang berjalan saat ini diterapkan,” ungkap Politisi Muda dari Partai Gerindra.

“Yang di media-media sana terbanyakan disinformasi. Kondisi saat ini sudah dikelola dengan sangat baik. Kalau memang ingin mengecek kebenarannya, masyarakat harus datang langsung ke lokasi,” tegas Bagas selaku Anggota DPRD Kota Surabaya.

Dengan tiket masuk yang sangat terjangkau hanya Rp15.000, pengunjung tidak hanya bisa melihat kondisi asli satwa, tetapi juga mendapatkan layanan pemandu wisata serta edukasi yang lengkap. Pada hari peninjauan, KBS juga terlihat sangat ramai dikunjungi warga dari Surabaya, luar kota, hingga mancanegara seperti Taiwan, yang membuktikan KBS masih menjadi daya tarik wisata utama.

Menurut pengunjung Cahyo Harjo Prakoso, Meskipun secara umum kondisi satwa terjaga, masih ada ruang perbaikan terkait kebersihan dan penataan area agar memberikan kesan lebih nyaman bagi pengunjung. Beberapa masukan dan rencana pengembangan yang disampaikan antara lain:
– Memperbaiki peta lokasi dan menambahkan mural grafiti untuk mempercantik area yang membutuhkan penataan visual;
– Mengkaji konsep wisata malam sebagai pengalaman baru bagi pengunjung;
– Menambah spot estetik, termasuk menggandeng pelaku usaha lokal seperti barista Surabaya untuk menyediakan area bersantai dan kedai kopi yang menarik;
– Mengoptimalkan fungsi KBS sebagai ruang hijau kota yang berperan sebagai penghasil oksigen, sekaligus sarana wisata edukasi yang mendukung pembentukan karakter anak-anak,” ujar Cahyo.

Nurika Widyasanti Selaku Direktur Operasional dan Umum, Selain fungsi sosial dan lingkungan, KBS sebagai Badan Usaha Milik Daerah juga memiliki potensi ekonomi yang besar. Pengembangan fasilitas dan layanan diharapkan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), memperbaiki infrastruktur secara berkelanjutan, serta menarik lebih banyak lagi kunjungan dari dalam dan luar negeri.

“Kita berharap KBS terus dipertahankan keunggulannya sebagai ruang hijau, pusat edukasi, dan destinasi wisata yang membanggakan. Masyarakat pun diimbau untuk selalu mengacu pada informasi yang akurat dan memverifikasi langsung kondisi di lapangan sebelum mempercayai kabar yang beredar,” tutup Nurika.(Irm)

Bagikan
karya nyata