Karyanyata, Surabaya – Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Arif Fathoni mendesak percepatan perbaikan akses distribusi menuju kawasan tambak Medokan Ayu, Kecamatan Rungkut. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat komitmen Pemerintah Kota Surabaya dalam mendukung program prioritas nasional di bidang ketahanan pangan yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
Potensi budidaya bandeng dan udang di kawasan tersebut merupakan salah satu aset unggulan Surabaya untuk menopang ketahanan pangan nasional. Namun, potensi ini belum bisa memberikan manfaat maksimal tanpa dukungan infrastruktur yang memperlancar penyaluran hasil panen petambak.
Pernyataan ini disampaikan Arif Fathoni usai menghadiri panen raya bandeng dan udang bersama para petambak di lokasi, Rabu (15/7/2026).
“Melimpahnya hasil panen di Medokan Ayu ini adalah bukti nyata potensi besar sektor perikanan budidaya Surabaya. Hal ini sangat sejalan dengan prioritas Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan ketahanan pangan sebagai agenda utama pembangunan nasional. Potensi ini wajib dikembangkan agar kesejahteraan masyarakat, khususnya petambak, semakin meningkat,” ujar politikus Partai Golkar ini.
Arif Fathoni juga meminta perhatian khusus pemerintah pusat terhadap pengembangan kawasan tambak Medokan Ayu. Ia mengusulkan agar Menteri Pertanian berkunjung langsung ke Surabaya untuk melihat potensi tersebut sekaligus mendorong peningkatan produktivitas petambak.
“Kami berharap Menteri Pertanian bisa hadir ke lokasi ini. Dengan dukungan pusat, Medokan Ayu bisa dikembangkan menjadi sentra perikanan budidaya andalan yang berkontribusi nyata bagi ketahanan pangan nasional,” tambahnya.
Di sisi lain, ia menilai Pemerintah Kota Surabaya telah menunjukkan komitmen yang kuat mendukung program prioritas nasional. Komitmen tersebut akan semakin kokoh jika segera diiringi perbaikan akses jalan menuju kawasan tambak. Perbaikan ini akan memangkas biaya logistik, mempercepat distribusi, dan meningkatkan daya saing hasil laut petambak.
“Perbaikan akses tidak hanya menguntungkan petambak, tetapi juga memperkuat rantai pasok pangan di Surabaya. Hasil panen bisa lebih cepat sampai ke pasar, pasokan terjaga stabil, dan nilai ekonominya meningkat bagi seluruh masyarakat,” tegasnya.
Ia menegaskan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah adalah kunci keberhasilan program ketahanan pangan. “Saya optimis, dengan dukungan infrastruktur yang memadai, Surabaya bisa memberikan kontribusi lebih besar bagi program nasional sekaligus mengangkat taraf hidup para petambak,” pungkas Arif Fathoni. (baud/irm)












