Malam Pembukaan 1 Suro di Cagar Budaya Eyang Joko Dolog, Penghayat Spiritual Se-Jawa Timur Kumpul Bareng

karyanyata, Surabaya – Suasana sakral terasa kental saat malam pembukaan 1 Suro digelar di Cagar Budaya Eyang Joko Dolog, Surabaya, Selasa 17/6/2026. Berbagai penghayat kepercayaan dan tamu undangan spiritual dari berbagai daerah hadir memenuhi undangan Koko Marko, salah satu ahli spiritual sekaligus penghayat Buda Jawi Wisnu yang menjadi tuan hajat tumpengan buka Suro pertama.

Dari pantauan media di lokasi, para tamu undangan saling tegur sapa dan bercerita karena sudah lama tidak berjumpa dengan sesama pelaku spiritual di Surabaya. Acara dipimpin doa oleh Juru Kunci Eyang Joko Dolog, Romo Arif, dan ditutup oleh Abah Muksin.

Di sela acara, Koko Marko menyampaikan rasa bangganya atas kehadiran para tamu undangan yang tidak bisa ia sebutkan satu per satu.

“Semoga yang datang pada hari ini diberikan rezeki, kesehatan, dan lancar segala urusannya. Aamiin,” tuturnya.

Marko juga menyampaikan terima kasih kepada Abdi Dalem Eyang Joko Dolog yang membantu kelancaran acara, mulai dari pembagian tumpeng hingga persiapan seluruh rangkaian.

“Acara seperti ini saya lakukan setiap tahunan, terkadang di luar kota. Semoga niat baik acara kali ini bisa memberi contoh bagi para pelaku penghayat lain yang ada di tanah Jawa,” tambah Marko.

Romo Arif, sapaan sehari-hari Juru Kunci Eyang Joko Dolog, mengaku bangga dengan digelarnya acara Nguri-uri tradisi budaya warisan leluhur Tanah Jawi.

“Kami selaku juru kunci membuka dan mempersilakan semua penghayat lain untuk sembahyang atau Nguri-uri tradisi budaya tanah Jawa seperti malam ini yang diadakan Buda Jawi Wisnu yang mempunyai hajat pembukaan Suro tahun Engal/Sasih Mangga Sri,” ujarnya.

Ketua Paguyuban Eyang Joko Dolog, Khoirul Anam, juga berterima kasih kepada tamu undangan yang hadir. Ia menegaskan pihaknya akan selalu memberi pelayanan terbaik bagi penghayat yang ingin sembahyang atau tasyakuran di tempat Eyang Joko Dolog.

“Dengan cara seperti ini para penghayat bisa saling kenal dan mengenal asal-usul arca Joko Dolog yang ada di Surabaya,” kata Khoirul Anam.

Salah satu tamu undangan, Kang Hari Senser, menuturkan kebanggaannya bisa hadir.

“Saya berharap acara seperti ini jangan sampai berhenti di sini. Karena kalau bukan kita yang meneruskan dan memberi contoh pada generasi berikutnya, siapa lagi,” tuturnya. (Mm)

Bagikan
karya nyata