Bupati Subandi Lepas 1.133 Jemaah Haji Sidoarjo Menuju Tanah Suci

Karyanyata, Sidoarjo – Suasana haru dan penuh keberkahan menyelimuti Pendopo Delta Wibawa, Rabu (6/5). Bupati Sidoarjo, H. Subandi, secara resmi melepas keberangkatan tiga kloter calon jemaah haji yang siap menunaikan ibadah suci di Arab Saudi. Ketiga kloter tersebut yakni Kloter 57, 58, dan 59 yang merupakan bagian dari gelombang kedua keberangkatan jemaah haji tahun ini.

Total jemaah yang diberangkatkan pada kesempatan ini mencapai 1.133 orang. Rinciannya, Kloter 57 beranggotakan 379 orang, Kloter 58 sebanyak 380 orang, dan Kloter 59 berjumlah 374 orang. Mereka akan langsung menuju Kota Makkah untuk memulai rangkaian ibadah.

Dalam sambutannya, Bupati Subandi menyampaikan ucapan selamat dan doa restu agar seluruh perjalanan dan ibadah jemaah berjalan lancar, aman, dan diberikan kemudahan oleh Allah SWT, mulai dari keberangkatan hingga kepulangan nanti.

Menurutnya, ibadah haji merupakan panggilan suci dan perjalanan spiritual yang menjadi impian setiap muslim. Tidak semua orang berkesempatan mendapatkan nikmat tersebut, maka dari itu ia mengajak seluruh jemaah untuk senantiasa bersyukur dengan sepenuh hati atas karunia yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa.

Mengingat kondisi cuaca di tanah suci yang cukup ekstrem, di mana suhu di Madinah saat ini sudah mencapai 42 derajat Celcius, Bupati Subandi berpesan agar seluruh jemaah sangat memperhatikan kondisi fisik dan kesehatan mereka.

“Terutama bagi Bapak Ibu yang baru pertama kali menunaikan haji, persiapan fisik harus benar-benar maksimal. Jangan lupa membawa obat-obatan rutin yang biasa dikonsumsi dan pastikan tubuh selalu dalam kondisi fit,” tegasnya.

Tidak hanya kepada jemaah, pesan serius juga disampaikan kepada para pendamping haji. Ia meminta agar mereka menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, memberikan pelayanan maksimal, memastikan tidak ada jemaah yang tertinggal atau terpisah dari rombongan, serta sigap membantu jemaah yang sakit atau membutuhkan pertolongan, khususnya lansia.

“Atas nama pemerintah daerah, saya minta panjenengan semua siap siaga. Jika ada saudara atau orang tua kita yang sakit, tolong dibantu dan diantarkan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Subandi juga menekankan pentingnya menjaga nama baik bangsa Indonesia dan khususnya Kabupaten Sidoarjo selama berada di luar negeri. Ia mengingatkan bahwa jemaah haji Indonesia selama ini dikenal memiliki akhlak yang sopan, santun, dan tertib.

“Reputasi baik ini harus kita jaga dan bawa ke sana. Perilaku sopan santun yang sudah terbangun harus terus tercermin, sehingga nama Sidoarjo dan Indonesia tetap harum di mata dunia,” pungkasnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Sidoarjo, Eliana, memaparkan bahwa tahun ini Kabupaten Sidoarjo mengirimkan total 2.700 jemaah haji yang terbagi dalam 11 kloter, terdiri dari 1.221 laki-laki dan 1.479 perempuan.

Sebelumnya, lima kloter lainnya (Kloter 20, 53, 54, 55, dan 56) sudah lebih dulu diberangkatkan pada gelombang pertama. Sedangkan keberangkatan Kloter 57, 58, dan 59 ini masuk dalam gelombang kedua.

“Kloter 57 pagi ini masuk fase Gelombang 2 dan insya Allah akan langsung mendarat di Makkah,” jelas Eliana.

Ia juga menambahkan bahwa seluruh jemaah telah melalui berbagai tahapan persiapan dengan matang, mulai dari bimbingan manasik haji, pendampingan kesehatan, hingga vaksinasi lengkap seperti Meningitis, Polio, dan COVID-19.

“Harapan kami, jemaah memiliki kesiapan yang sempurna baik secara fisik, mental, maupun spiritual,” tambahnya.

Lebih lanjut, Eliana menyebutkan bahwa animo masyarakat Sidoarjo untuk mendaftar haji sangatlah tinggi. Rata-rata terdapat 35 hingga 40 pendaftar baru setiap harinya. Hal ini membuat jumlah waiting list atau daftar tunggu jemaah haji di Sidoarjo mencapai angka fantastis, yaitu 85.196 orang per tanggal 5 Mei 2026. Jumlah ini menjadikan Sidoarjo sebagai daerah dengan daftar tunggu tertinggi di Jawa Timur bahkan secara nasional, dengan estimasi masa tunggu mencapai 29 tahun, sama dengan rata-rata nasional.

Melihat potensi dan antusiasme yang besar tersebut, pihaknya berharap ke depannya Sidoarjo bisa menjadi contoh atau prototipe pelayanan haji terbaik di tingkat nasional. Salah satu wacana yang diharapkan dapat terwujud adalah pembangunan Hajj Command Center sebagai pusat kendali dan pelayanan yang terintegrasi.

“Semoga ke depannya ada rezeki untuk mewujudkan Hajj Command Center di Kabupaten Sidoarjo demi pelayanan yang semakin optimal,” tutupnya. (Ryn)

Bagikan
karya nyata