Juara Domino Nasional di Surabaya, Duo Gresik Boyong Hadiah Rp60 Juta

Karyanyata, Surabaya – Surabaya Domino Tournament 2026 resmi berakhir dengan persaingan sengit hingga partai final. Pasangan Saifuddin dan Erman asal Kabupaten Gresik sukses keluar sebagai juara pertama setelah menumbangkan pasangan kuat asal Makassar dalam laga puncak yang penuh strategi.

Turnamen domino berskala nasional yang digelar di Grand City Convention Hall pada 18–19 April 2026 ini menjadi bukti bahwa domino kian berkembang sebagai olahraga kompetitif yang diminati masyarakat luas.

Ajang ini merupakan kolaborasi antara Higgs Games Island (HGI), PB PORDI, PORDI Jawa Timur, KONI Jawa Timur, serta pemerintah daerah.

Sepanjang turnamen, Saifuddin-Erman dari Gardu 2 Gresik tampil konsisten dan impresif.

Pada babak final, mereka berhasil mengalahkan pasangan Muslim-Arnas dalam pertandingan yang berlangsung ketat.

Kemenangan tersebut mengantarkan Saifuddin dan Erman meraih hadiah utama berupa uang pembinaan sebesar Rp60 juta.

Sementara itu, pasangan Muslim-Arnas yang finis sebagai runner-up membawa pulang Rp40 juta, Persaingan tak kalah seru terjadi dalam perebutan posisi ketiga.

Pasangan Yusran-Mamat dari Kabupaten Malang berhasil mengamankan posisi ketiga usai mengalahkan Herfandi-Hermansyah asal Kabupaten Soppeng. Juara ketiga memperoleh Rp20 juta, sedangkan posisi keempat mendapatkan Rp10 juta.

Ketua PB PORDI, Andi Jamaro Dulung, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta atas partisipasi dan semangat kompetisi yang ditunjukkan.

“Selamat kepada para juara. Turnamen ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi bagian dari upaya membangun ekosistem olahraga domino di Indonesia,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Surabaya Domino Tournament 2026 merupakan bagian dari rangkaian turnamen nasional hasil kerja sama PB PORDI dengan HGI. Ke depan, direncanakan delapan seri turnamen akan digelar di berbagai kota di Indonesia.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan HGI yang telah berkontribusi besar dalam pengembangan domino. Selanjutnya, seri turnamen akan berlanjut ke sejumlah kota lain,” tambahnya.

Sementara itu, perwakilan HGI, Ray, menilai kesuksesan turnamen di Surabaya menjadi momentum penting bagi perkembangan domino sebagai olahraga strategi.

“Domino kini bukan sekadar permainan hiburan, tetapi telah berkembang menjadi olahraga pikiran yang memiliki sistem, aturan, dan kompetisi yang kredibel,” ungkapnya.

Ia menegaskan, HGI akan terus mendorong profesionalisasi olahraga domino melalui penyelenggaraan turnamen berskala besar di berbagai daerah.

Tingginya partisipasi peserta dalam turnamen ini menjadi indikator kuat bahwa domino memiliki daya tarik besar, khususnya di kota-kota besar seperti Surabaya.

Ke depan, rangkaian kompetisi domino akan terus berlanjut melalui agenda seperti HGI City Cup 2026 serta berbagai festival daerah.

Setelah Surabaya, turnamen nasional domino dijadwalkan bergulir ke Padang, Sumatera Barat, dan Bekasi, Jawa Barat.

Dengan dukungan berbagai pihak dan semakin masifnya penyelenggaraan turnamen, domino kini kian diakui sebagai olahraga strategi yang memiliki prospek cerah di Indonesia. (irm)

Bagikan
karya nyata