Ketua DPRD Bojonegoro Apresiasi Bantuan 200 Becak Listrik dari Presiden Prabowo 

Karyanyata, Bojonegoro – Ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro, Abdulloh Umar, menyampaikan apresiasi atas penyaluran bantuan 200 unit becak listrik kepada para penarik becak di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Bantuan tersebut merupakan program strategis Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang disalurkan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN).

Program ini dinilai sebagai langkah nyata pemerintah dalam memberikan perhatian kepada para pekerja sektor informal, khususnya para tukang becak yang selama ini menggantungkan penghidupan dari tenaga fisik yang berat.

Ketua DPRD Bojonegoro, Abdulloh Umar, menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan kepada pemerintah pusat atas bantuan tersebut. Menurutnya, kehadiran becak listrik tidak hanya sekadar bantuan sarana transportasi, tetapi juga menjadi solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kecil.

“Kami selaku pimpinan DPRD Bojonegoro sangat berterima kasih dan mengapresiasi Bapak Presiden Prabowo Subianto. Bantuan becak listrik ini bukan sekadar pemberian fisik, melainkan sebuah solusi nyata untuk membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat kecil, khususnya para tukang becak,” ujar Abdulloh Umar, Selasa (10/03/2026).

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut menilai program becak listrik juga menjadi langkah awal menuju transformasi transportasi tradisional yang lebih modern, efisien, dan ramah lingkungan di Kabupaten Bojonegoro.

Dengan teknologi listrik, para tukang becak tidak lagi harus mengandalkan tenaga penuh saat mengayuh, sehingga dapat mengurangi beban fisik sekaligus meningkatkan produktivitas dalam mencari penumpang.

Lebih lanjut, Umar berharap program bantuan tersebut dapat terus berlanjut dan jumlahnya ditambah di masa mendatang agar semakin banyak tukang becak di Bojonegoro yang dapat merasakan manfaatnya.

“Melihat manfaatnya yang besar, kami berharap kuota bantuan becak listrik ini bisa ditambah sehingga dapat menjangkau lebih banyak tukang becak di Bojonegoro,” tambahnya.

Selain itu, ia juga mendorong adanya kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam memperkuat program tersebut, termasuk melalui dukungan pembiayaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Kami juga mendorong Pemerintah Kabupaten Bojonegoro untuk turut memperkuat program ini melalui skema sharing pendanaan daerah, sehingga program pemberdayaan masyarakat seperti ini bisa berkelanjutan dan semakin luas dampaknya,” tutup Umar.

Dengan adanya bantuan becak listrik ini, diharapkan para penarik becak di Bojonegoro dapat bekerja dengan lebih ringan, meningkatkan penghasilan, serta membawa perubahan positif bagi kesejahteraan keluarga mereka.(hm)

Bagikan
karya nyata