Reses di Kedungadem, Moch. Choirul Anam Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi Warga

Karyanyata, Bojonegoro – Komitmen untuk menghadirkan pembangunan yang merata dan tepat sasaran terus diwujudkan Anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro, Moch. Choirul Anam, S.Pd., M.AP. Legislator dari Fraksi PAN Bintang Nurani Rakyat (BNR) Daerah Pemilihan (Dapil) IV itu kembali turun langsung ke masyarakat dalam agenda Reses Masa Sidang I Tahun 2026 yang digelar di Dusun Slinggang, Desa Sidomulyo, Kecamatan Kedungadem, Jumat (06/02/2026).

Dapil IV sendiri meliputi Kecamatan Bubulan, Sugihwaras, Kedungadem, Temayang, Gondang, dan Sekar. Kegiatan reses tersebut menjadi ruang dialog antara wakil rakyat dan masyarakat guna menyerap aspirasi secara langsung dari lapangan.

Acara tersebut dihadiri oleh Anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro Komisi B Lasuri yang juga menjabat Ketua DPD PAN BNR Bojonegoro, Anggota DPRD Komisi C Moch. Choirul Anam, jajaran pengurus DPD PAN Kabupaten Bojonegoro, Babinkamtibmas, Babinsa, Kepala Desa Sidomulyo, perwakilan Sekretariat DPRD Kabupaten Bojonegoro, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta undangan lainnya.

Kepala Desa Sidomulyo, Agus Hari Sugiharto, S.E., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran para anggota dewan di tengah masyarakat. Ia berharap forum reses ini benar-benar dimanfaatkan warga untuk menyampaikan kebutuhan dan persoalan yang ada di lingkungan masing-masing.

“Semoga kegiatan ini menjadi wadah yang efektif bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada wakilnya di DPRD,” ujarnya.

Melalui kepala desa, warga Dusun Slinggang menyampaikan sejumlah usulan prioritas, terutama di bidang infrastruktur. Di antaranya pelebaran jembatan desa yang dinilai terlalu sempit dan berisiko bagi pengguna jalan, serta pembangunan jalan rigid beton guna meningkatkan akses dan kelancaran aktivitas warga. Infrastruktur tersebut dinilai sangat penting untuk menunjang mobilitas hasil pertanian dan kegiatan ekonomi masyarakat.

Menanggapi aspirasi tersebut, Moch. Choirul Anam menegaskan bahwa reses bukan sekadar agenda formal, melainkan momentum penting untuk menyerap kebutuhan riil masyarakat.

“Supaya pembangunan bisa merata di wilayah kita, jangan sungkan untuk menyuarakan temuan atau hal-hal yang perlu diperbaiki. Semua aspirasi ini akan menjadi dokumen penting yang kami sampaikan kepada pemerintah daerah dan akan diparipurnakan dalam rapat DPRD mendatang,” jelasnya.

Ia menambahkan, anggota DPRD harus mengetahui kondisi nyata di lapangan, bukan hanya melalui laporan di ruang rapat.

“Reses ini adalah ruang dialog. Kami perlu mendengar langsung keluh kesah masyarakat agar kebijakan yang diambil benar-benar sesuai kebutuhan. Kita tidak cukup hanya rapat di kantor, tetapi harus memotret kondisi riil yang terjadi di masyarakat,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Choirul Anam juga menyampaikan apresiasi kepada insan pers yang dinilai berperan besar dalam menyampaikan berbagai persoalan publik.
“Saya berterima kasih kepada rekan-rekan media. Banyak persoalan yang cepat kami respons karena adanya pemberitaan. Media menjadi mitra penting dalam menyuarakan aspirasi masyarakat,” ungkapnya.

Ia mencontohkan beberapa persoalan yang telah ditindaklanjuti, seperti perbaikan jalan rusak di wilayah Bunten, penanganan atap sekolah runtuh di Desa Tondomulo, serta kondisi GOR Sidomulyo yang terdampak banjir. Menurutnya, sinergi antara masyarakat, media, dan DPRD menjadi kunci percepatan penyelesaian masalah.

Melalui kegiatan reses ini, diharapkan komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat semakin terbuka dan konstruktif. Dengan demikian, proses pembangunan di Kabupaten Bojonegoro dapat berjalan lebih merata, transparan, dan tepat sasaran sesuai kebutuhan warga di setiap wilayah.(Mh)

Bagikan
karya nyata