Ketua Komnas HAM RI Anis Hidayah Pulang Kampung ke Desa Sidorejo Kedungadem

Karyanyata, Bojonegoro – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Republik Indonesia, Anis Hidayah, S.H., M.H., pulang ke kampung halamannya di Desa Sidorejo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (5/2/2026).

Kepulangan Anis Hidayah dimanfaatkan untuk berziarah ke makam kedua orang tuanya yang berada di Dusun Bendo, Desa Sidorejo, sekaligus mempererat tali silaturahmi dengan keluarga, kerabat, serta masyarakat setempat. Suasana ziarah berlangsung khidmat dan penuh makna menjelang bulan Ramadan.

Usai berziarah (nyekar), Anis melanjutkan agenda dengan bersilaturahmi bersama warga dan tokoh masyarakat Desa Sidorejo. Pertemuan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, mencerminkan kedekatan emosional Anis Hidayah dengan kampung halamannya.

Momentum pulang kampung ini juga diisi dengan diskusi santai bertema Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) yang dikemas secara informal sambil menikmati serabi kampung. Dalam diskusi tersebut, Anis Hidayah menyampaikan bahwa nilai-nilai HAM sangat dekat dengan kehidupan masyarakat desa dan dapat diterapkan dalam keseharian.

Menurutnya, praktik HAM dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti saling menghormati, bersikap adil, menjaga keharmonisan sosial, serta menghargai martabat sesama.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Nursamsi, S.H., M.H., rekan kuliah Anis Hidayah; Pak Sulis, tetangga sekaligus sahabat baik almarhum orang tua Anis Hidayah; serta H. Waris, yang merupakan teman semasa kecil kakak Anis Hidayah, Prof. Dr. Al Makin, Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Dalam kesempatan itu, Nursamsi menekankan pentingnya peningkatan kesadaran hukum di tingkat desa guna mencegah konflik sosial dan pelanggaran hak asasi manusia. Ia menilai diskusi santai semacam ini efektif menjembatani komunikasi antara tokoh nasional dan masyarakat desa.

Melalui momen pulang kampung menjelang Ramadan ini, Anis Hidayah berharap silaturahmi dan dialog yang terbangun dapat memperkuat kebersamaan, kepedulian sosial, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya hukum dan HAM dalam kehidupan bermasyarakat.
(hm)

Bagikan
karya nyata