Karyanyata, Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus membuka ruang komunikasi dua arah dengan masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan SAPA BUPATI yang kembali digelar oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Bojonegoro, Senin (19/1/2026), bertempat di Pendopo Malowopati.
Kegiatan yang dimulai pukul 13.00 WIB tersebut menjadi forum dialog terbuka antara Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dengan warga. Dalam forum ini, masyarakat diberi kesempatan menyampaikan aspirasi, keluhan, maupun pertanyaan secara langsung, yang kemudian ditanggapi dan dijawab langsung oleh Bupati.
Beragam persoalan disampaikan warga dalam SAPA BUPATI kali ini. Mulai dari pemasangan stiker keluarga miskin, penguatan data digital dan portal layanan publik, penerangan jalan umum (PJU), transparansi proyek infrastruktur jalan, hingga persoalan ketenagakerjaan dan pemberdayaan masyarakat.
Salah satu aspirasi datang dari Fauzan, warga Desa Klepek, Kecamatan Kapas. Ia menyoroti kondisi jalan desa yang tergerus aliran anak Sungai Pacal sepanjang kurang lebih 50 meter dan hingga kini belum mendapatkan penanganan.
“Di desa kami jalannya tergerus anak Sungai Pacal sekitar 50 meter. Harapan kami, jalan tersebut bisa kembali berfungsi seperti semula,” ungkap Fauzan. Ia juga berharap adanya peningkatan dan pengerasan Jalan Usaha Tani (JUT) guna menekan biaya angkut hasil pertanian dan ongkos panen petani.
Aspirasi lainnya disampaikan oleh Istain Manaf, warga Sidokumpul, Desa Leran, Kecamatan Kalitidu. Ia menyoroti minimnya penerangan jalan umum dan jalan lingkungan, khususnya akses menuju Desa Wadang. Selain itu, ia mendorong pemerintah daerah untuk lebih transparan melalui pemanfaatan teknologi digital.
“Kami berharap ada kanal aspirasi masyarakat yang mudah diakses, baik melalui media sosial maupun website resmi pemerintah,” ujarnya.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif masyarakat. Ia menegaskan bahwa digitalisasi data menjadi kebutuhan penting dan Pemkab Bojonegoro saat ini terus berupaya mewujudkan sistem data terintegrasi dalam satu pintu layanan.
Terkait penerangan jalan umum, Bupati menjelaskan bahwa pemerintah daerah membuka ruang pengajuan dari desa. “Untuk masalah PJU, kepala desa dapat mengajukan proposal. Nanti akan kami telaah dan pasti kami tindak lanjuti,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Wahono juga memberikan instruksi langsung kepada jajaran camat untuk melakukan pengecekan kondisi rumah Ibu Susana, warga Desa Talok, Kecamatan Kalitidu, yang mengajukan permohonan bantuan Rumah Tak Layak Huni (RTLH). Selain itu, Kepala Desa Klepek juga diminta berkoordinasi dengan camat setempat terkait penanganan jalan longsor akibat tergerus aliran sungai.
“Kita selesaikan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran, termasuk untuk Jalan Usaha Tani,” jelas Bupati.
Tak hanya membahas infrastruktur dan pelayanan publik, Bupati Wahono juga merespons aspirasi dari kelompok disabilitas netra. Pemkab Bojonegoro berkomitmen mendukung pengembangan galeri disabilitas, membantu promosi produk, serta menyediakan alat pendukung untuk meningkatkan kemandirian penyandang disabilitas.
Menutup kegiatan SAPA BUPATI, Bupati Wahono menegaskan bahwa pemasangan stiker keluarga miskin merupakan bagian dari upaya pendataan langsung di lapangan guna memastikan akurasi data penerima bantuan. Tujuan akhirnya adalah mendorong kemandirian keluarga dan kesejahteraan masyarakat.
“Harapan kami, Bojonegoro menjadi kabupaten yang maju, bahagia, makmur, dan membanggakan,” pungkasnya.(hm)












